Minggu, 28 Agustus 2016

Cukup Sekali untuk Cinta

Butuh waktu bertahun-tahun untuk menerima kepergianmu tanpa kabar sedikitpun. Kau menghilang seperti ada topan yang membawamu pergi dan meluluhlantakkan hatiku tanpa ada yang tersisa. Semuanya rusak. Beberapa orang coba memperbaiki, termasuk diriku sendiri, tapi tak ada yang berhasil. Bukan karena kau begitu special hingga aku tak mampu pulih, tapi luka yang kau torehkan memang hanya waktu yang mampu menyembuhkannya. Saat waktu kemudian membawamu kembali, bukan berarti aku tak merindukan hingga aku berharap memang kau tak pernah kembali, aku hanya tak ingin membuat waktu kita sia-sia. Aku hanya ingin menyadarkanmu bahwa dunia kita tak lagi sama. Tidak perlu mempersoalkan siapa yang paling terluka, tugas kita sekarang hanya sebatas sama-sama menguatkan apa yang sudah kita pilih. Harus kau mengerti, kita tak bisa mencintai seseorang dengan perasaan yang sama, dua kali.