Senja kali ini, kepalaku masih dipenuhi segala perihalnya. Ia
yang tak pernah habis untuk ku cerita.
Aku ingin berbagi. Mungkin
tak sama, tapi setidaknya kita bisa sama-sama merasa.
Aku pernah mencintai seorang lelaki, yang nyatanya tak bisa
kumiliki karena hatinya entah berlabuh pada wanita yang mana, yang ku tahu, itu
bukan aku. Tapi dengan kebodohan dan keras kepala yang ku punya, aku
menunggunya.
Beberapa kali sahabatku berulang kali mencoba meyakinkan. Berjalanlah,
untuk apa kau disini? Dia tak lagi ada untukmu. Hingga kebodohanku masih ku
pelihara sampai senja ini.
Sebenarnya, melupakannya tak pernah sulit, hanya saja aku
tak pernah ingin. Bukan tak mampu, melainkan aku tak mau.
Entah berapa senja lagi yang harus aku lewati sendirian
sampai tersadar bahwa kau memang tak lagi tinggal. Bahwa pada akhirnya aku
harus sadar kalau bukan aku yang kau pilih.
Aku tak pernah merasa berjuang sendirian, sebab mencintaimu
tak pernah ku anggap beban.