Kamis, 08 September 2016

Yang Melukaiku, Perasaanku Sendiri


Pernah heran sama diri sendiri, ketika kita memutuskan untuk menjalani semuanya seperti aliran air, aku berpuluh kali membujuk hatiku untuk berdamai. Aku senang aku berhasil, karena nyatanya setetes air matapun mampu untuk tak ku keluarkan. Aku tahu cepat atau lambat, waktulah yang akan menjawab perasaan kita. Aku sedikitnya menaruh harapan bahwa kau akan pulang pada pelukanku setelah berjalan jauh.
Namun malam-malam setelah kesepakatan kita waktu itu, hatiku mengalah, mataku mulai basah. Maafkan aku, aku tak mampu untuk tak menangis. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku. Entah kenapa malam ini aku begitu yakin bahwa kau tak akan pulang. Aku begitu yakin kalau kau akhirnya memutuskan untuk tinggal pada hati yang lain setelah perjalanan jauhmu.
Kenapa sakitnya baru terasa?
Kenapa malam ini aku tak mampu mendamaikan hatiku seperti malam-malam sebelumnya?
Kenapa kamu memilih untuk tinggal pada hati yang lain?
Apa aku salah orang? Atau caraku yang salah mencintaimu?
Harusnya dari awal tak ku taruh harapan ini, sebab aku tahu, yang melukaiku bukan kamu, tapi perasaanku sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar